Sastro Jendra Hayuningrat

June 15th, 2009 um 12:23 Uhr • Uncategorized0 Kommentare

Seiring dengan kemajuan jaman sekarang ini banyak beberapa kasanah ilmu para leluhur kita yang mulai pupus atau pudar bahkan mulai hilang dari muka bumi ini, salah satunya adalah sastro jendra hayuningrat. ilmu tersebut ilmu yang mengajarkan tata cara umat manusia supaya lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta atau tuhan yang maha Esa dan etika bersosialisasi dengan mahluk makluk ciptaanya. Secara garis besar sastro jendra hayuningrat dibagi menjadi 4 bab, yaitu : 1. Bab pertama membahas ke-Allah-an

2. Bab kedua membahas kematian,

3 . Bab ketiga membahas Makrifat dan

4. Bab ke empat/ terakhir membahas ke-Goiban

Yang dibabar pada sastro jendra hayuningrat adalah sifat pokok Zat Absolut yang kita sebut Tuhan atau yang dalam bahasa arab ALLAH. Sifat pokok tersebut adalah Dia adalah pemilik dan sumber segala kekuatan, yang dalam istilah sekarang disebut sebagai wadah bag samudra energi. Dalih dalam Alquranya adalah Q. 18:39.

Sifat kedua adalah Dia senantiasa berfirman sehingga semua keberadaan di alam semesta ini merupakan wujud dari firman-Nya. Dalihnya disebut dibeberapa ayat, yaitu Q. 36:82, 16:40, dan 6:73. Ayat-ayat itu menyatakan bahwa apabila Tuhan menghendaki sesuatu, Dia tingal berfirman : ” Jadi ” maka ” Jadilah “apa yang dikehendaki itu. Namun, firman itu tidak dapat kita artikan sebagai sulapan . Firman lebih memiliki makna asal atau hakikat.

Dan , sifat pokok yang ketiga adalah Dia senantiasa tahu dan mengetahui. Dengan kata lain , tuhan mengetahui dan memiliki pengetahuan. Di dalam Alquran dinyatakan dengan ayat ‘ alim’ yang senantiasa mengetahui seperti dalam Q. 39:46 . Dia juga tahu yang memiliki sifat tahu terhadap segala sesuatu seperti pada Q 2:29.

Dari ketiga sifat pokok kita tahu bahwa Allah memiliki sifat ” Wenang “dan sifat ini tidak akan dimiliki oleh ciptaan-Nya. Kalau toh hamba-Nya mempunyai sifat wenang, maka itu merupakan kewenangan yang diberikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang mendapatkan Izin-Nya.

Dan, dari ketiga sifat itu, oleh para ahli kalam atau ahli dibidang pengetahuan ketuhanan , dijabarkan menjadi 20 sifat wajib atau dikenal dengan istilah Sifat Duapuluh. Secara ringkasanya adalah wujud, qidam, baqa, muhalafatul lil hawa-dist, qiyamuhu bi nafsih, wahdanuyah, qudrah, iradan, ilm, hayah, sama, bashar, kalam, qodir, murid, alim, hayy, sami, bashir dan mutakalim. untuk mengetahui penjelasan lebih jauh dari sifat-sifat tersebut, silahkan membaca buku Syeh Siti Jenar jilid 2.

Dan, untuk memahami ke-ALLAH-an ini kita harus mengetahui bahwa manusia hidup merupakan khalifah Allah di bumi ini. Artinya , manusia dari bangsa manapun di dunia ini adalah khalifah-Nya. Kekalifahan tidak dibedakan oleh kepercayaan , jenis kelamin, usia, pekerja, pangkat, dan kekayaan. Semua sama, yaitu sama-sama mengemban tugas sebagai khalifah Allah di bumi.

To Be Continue

sumber dari a. Chodjim

Manusia Hakiki

May 7th, 2009 um 4:19 Uhr • Uncategorized0 Kommentare

Pertama yang perlu kita pahami adalah bumi, langit, dan seisinya merupakan ‘keadaan hidup ‘ . ini berbeda dengan pelajaran biologi yang membagi makhluk menjadi dua, makhluk hidup dan tak-hidup (nonliving thing). Bagi Siti Jenar, semua yang ada merupakan wujudkehidupan. Ia tumbuh dan berkembang dari dunia yang disebut oleh ilmuan sebagai ‘ benda tak hidup’ . Jauh sebelum agama Islam datang, yaitu pada abat ke - 6 SM, adalah Thales yang mengatakan bahwa air ( Cairan )merupakan pangkal dari segala yang ada. Dan didalam Alquran disebutkan bahwa ‘ Arsy [Singgasana, pemerintahan ] Tuhan telah tegak pada zat alir[ al-ma’ ]

Apa yang disebut makhluk hidup, adalah kehidupan yang terperangkap dalam alam kematian. Itulah pandangan Siti Jenar ! Zat mati tak pernah menimbulkan kehidupan . Sedangkan zat hidup tak akan tersentuh kematian. Bukanlah hidup namanya bila masih tersentuh kematian. Tuhan disebut al-hayy karena Dia Maha-hidup dan eksis karena Diri-Nya sendiri. Nah, kekuatan hidup-Nya yang mengalir dalam alam kematian ini muncul sebagai makhluk hidup. Karena itu, kita yang dilahirkan ini bukan untuk hidup tetapi untuk mati.

Mati itu seperti tidur. Didalam tidur ada mimpi. Hidup kita sekarang ini bagaikan tidur. Jadi, yang terjadi sekarang ini hanyalah bayang bayang kehidupan. Realita yang ada sekarang ini masihmaya. Karena masih terkena kematian. Kalau diamati secara seksama, realita sekarang ini ada tetapi maya. Ada, tatapi selalu bersifat baru! Wajah anda yang saya lihat saat ini , detik ini, sebenarnya bukan wajah sesaat atau sedetik yang lalu. Ada sel-sel kulit yang berganti. Mata kita tidak dapat mengamati dengan tepat, sehingga wajah tampak seolah-olah tetap. Setelah beberapa tahun tak bertemu, baru dapat mengetahui adanya perubahan.

Namanya saja bayang-bayang, ya tidak pernah tetap. Semua ini baru bayang-bayang atau angan-angan dalam pikiran  Dzat Wajibul Maulana, Zat Pelindung kita Yang Wajib Adanya. Bila manusia sudah hudup, maka ia tak akan tersentuh kematian lagi. Dan, itu adanya bila manusia telah mengembalikan badan atau raga pinjamanya ini kepada Dia Yang Mahaada. Napas sirna, lenyap, menuju ketiadaan. Raga, badan ini kembali menjadi tanah.

refenensi Buku Syeh Siti Jenar ‘makna kematian ‘ bab 5 , Manusia Hakiki karya AchmadChodjim

SAUDARA EMPAT ( Sedulur Papat Kalimo Pancer )

March 18th, 2009 um 9:58 Uhr • Uncategorized0 Kommentare


Dalam ajaran Jawa kita mengenal Istilah “Sedulur papat kalima pancer”. Pancer adalah diri kita.Setiap manusia mempunyai empat Saudara. Ketika manusia masih berupa janin di dalam perut ibunya,Keempat saudara ini nyata. Kasat mata. Bisa dilihat dengan mata kepala. Dapat dilihat dengan mata telanjang. Apa itu saudara empat?.

Marilah kita simak tembang Sunan Kalijaga berikut ini :

 

Ada sabda tentang saudara kita yang merawat dengan sungguh-sungguh. Yang memelihara berdasarkan kekuasaanya. Apa yang dicipta terwujud. Ketuban itu, yang menjaga badan saya yang menyampaikan kehendak dengan kuasanya.Dinda ari-ari yang memayungi semua tindakan berdasarkan kuasanya/yang menyapaikan tujuan.

 

Sedangkan darah siang malam membantu Allah yang kuasa.Mewujudkan kehendakNya. Pusar kekuasaanya, Memerhatikan sungguh-sungguh diriku. Memenuhi permintaanku. Kekusaanya itu. Maka, lengkaplah empat saudara saya. Kelimanya sebagai pusat. Sudah menjadi satu. Manunggal dengan wujudku.

 

Dari kedua bait itu , jelas sudah apa yang dinamakan saudara empat. Semua merupakan saudara kandung ketika manusia masih menjadi janin.Mereka semua menjaga pertumbuhan manusia di dalam kandungan ibu.

 

Anak yang pertama yaitu kakak dari sang janin yaitu” ketuban atau kawah”. Ketika seorang ibu melahirkan, karena itu disebut saudara tua. Dia berfungsi sebagai penjaga badan sang janin di dalan rahim.

 

“Ari-ari” tembuni atau plasenta. Pembungkus janin dalam rahim. Ari-ari memayungi tindakan sang janin di dalam perut sang ibu.Yang mnyampaikan ke tujuan. Begitu bayi lahir, maka ari-ari ikut keluar. Ia mengantarkan sampai tujuan.Yaitu lahir dengan selamat desertai pengorbanan dirinya.

 

“Darah”. Inipun saudara janin. Tanpa ada darah janin bukan saja tidak bisa tumbuh, tapi juga akan mengalami keguguran.( Darah membantu Allah siang dan malam.Jangan salah tangkap bukannya Allah gak bisa bekerja sendiri. Tapi menurut mekanisme alamnya. Kehendak Allah untuk menumbuh kembangkan janin hingga menjadi bayi itu dilewatkan darah. Seolah olah darah itu nyawa bagi janin.

 

Yang keempat yaitu “ Pusar” atau wudel, Istilah orang jawa pusar diibaratkan nabi. Dengan tali pusar itu bayi mendapatkan pasokan makanan dari iduknya. Pusar berpungsi untuk memenuhi makanan sang bayi.  

 

Pada umumnya manusia menganggap bahwa ketuban, Ari-ari, darah dan tali pusar itu hanya wahana. Atau alat yang diperlukan untuk pertumbuhan jabang bayi dalam perut. Begitu bayi dilahirkan, maka semua itu tak berfungsi lagi.Beres sudah jika bayi sudah lahir.Tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan.Pandangan ini merupakan pandangan materialistis. Pandangan yang serba dunia.Menurut pandangan ini yang bersifat Spritual tidak ada.Ajaran saudara empat tidak terdapat di jazirah arabia.Lain dengan pandangan orang jawa.

 

Apa pandangan jawa bertentangan dengan ajaran agama Islam?. Ataukah pandangan jawa itu tidak ada di dalam islam?Yakinlah Saudara bahwa pandangan tersebut ada di dalam Alquran. Alias ada di dalam Islam.Cuma kita kurang mau memperhatikan ayat-ayat yang bernuansa metafisik.Coba kita perhatikan ayat:” In kullu nafsin ‘alaykum alayha hafizh” Sitiap diri niscaya ada penjaganya Atau ayat lain: “ wa huwa al-qabir fawq ibadin wa yursil ‘alaykum hafazhah hatta idza ja’a ahudakum al-maut tawaffathu ru-suluna wa hum la yufarrihum”

 

Dialah yang berkuasa atas semua hambaNya.Dan Dia mengutus kepada kalian penjaga –penjaga untuk melindungimu.Jika seseorang sudah waktunya mati, Maka utusan- utusan Kami itu mewafatkanya tanpa keliru.

 

Penjaga itu bertindak secara akurat.Tanpa keliru,jadi tidak ada yang salah cabut nyawa dalam kehidupan ini.Mengapa? karena mereka ini berada di sisi kita setiap saat. Dimana saja.

 

Ajaran saudara empat merupakan ajaran yang agung. Keramah tamahan dan keharmonisan hidup terhadap alam lingkungannya menjadi landasan hidup ajaran ini. Setiap saat kita ditemani mereka. Selama kita tidak berbuat curang, kita dilindungi mereka. Seperti mereka mejaga kita di dalam kandungan.

 

SAUDARA EMPAT DAN KEMALAIKATAN

 

Kepercayaan tenteng saudara empat ini dipadukan dengan 4 malaikat yang amat dikenal di dunia Islam Yaitu “Jibril,Isrofil, Mikail dan Izrail,” keempat malaikat itu juga dikenal di dunia Yahudi dan Kristiani.Ole kelompok Sufi tertentu, saudara empat ini disejajarkan dengan keempat sifat nafsu, yaitu nafsu amarah. Lawwamah, sufiyah dan mutmainnah.

Tampaknya sistim saudara empat lebih sesuai dengan sistim 4 malaikat.Karena fungsi keempat malaikat itu terkait dengan perlindungan mereka kepada manusia.( yang berlaku baik).

 

 

 

 

 

Hubungan saudara empat dan 4 maliakat mulia?.

Pertama Jibril adalah penyampai  informasi. Karena itu dalam ajaran agama Islam bertugas penyampai Wahyu dari Allah kepada para nabi. Dalam konsep Islam Jawa, Jibril ini diposisikan sebagai kekuatan spritual pada Ketuban.

Untuk memberikan petunjuk kepada manusia.Dengan kata lain masing-masing orang dikawal Jibril, Hakekat Jibril sendiri adalah roh, Hakekatnya hanya ada satu Jibril di alam ini. Tapi pancaranya ada di setiap diri.Dan tersebut mempribadi menjadi si A, si B, si C dan lain-lainya. Satu tapi terpantul pada setiap cermin, sehingga seolah-olah setiap cermin mengandung roh.

 Dan Seorang manusia sebenarnya hanyalah cermin bagi sang Diri. Setiap diri merupakan manifestasi bagi Ilahi limpahan Cahaya-Nya.Di antara wujud limpahan Cahaya –Nya adalah Jibril yang menuntun setiap Orang.

Jibril akan mnuntun manusia jika manusia telah membersihkan dirinya. Membersihkan cerminnya, Membersihkan hatinya!, Jika cermin masih berdebu, hati masih kotor jangan berharap bisa memantulkan bayangan Jibril. Apalagi Tuhan.

 Hati yang kotor tidak aman bagi Tuhan.Karena itu, hati orang beriman, merupakan Singgasana Tuhan.

“Langit dan bumi tidak dapat menjangkau Tuhan, Tapi hati mukminlah yang bisa mnjangkauNya”.Ini ungkapan sebuah hadis.dan Jibrilah yang menambah daya agar teguh, bertambah tebal keimanan seseorang.  

 

Kedua.Malaikat Isrofil, Menurut hadis, malikat Isrofil dicipta setelah penciptaan singgasana Tuhan ( Arsy’). Ia disebut malaikat penggegam alam semesta. Ia meniup teropet kemusnahan dan kebangkitan. Malaikat ini dicipta untuk menunggu datangnya hari kiamat.Ia digambrkan menengadah ke atas terus menerus unttuk melihat jadwal kiamat yang ada di Lawh al-mahfuzh, Buku catatan Tuhan tentang rancangan alam semesta ini.

 

Konsep Jawa tentang ari-ari, Tembuni, Plasenta.Telah disebutkan bahwa fungsi ari-ari untuk memayungi sang janin sampai ke tempat tujua. Dialah yang memberi keamanan dan kenyamanan sang janin di rahim sang ibu. Ari-ari terbentuk setelah embrio ( bakal janin ) Tumbuh di lapisan endometrium Pada rahim selama dua bulan.

 

Setelah embrio tumbuh menjadi janin, Fetus atau jabang bayi: Ari-ari terbentuk dan berfungsi sebagai sarana pertukaran zat ( makanan dan buangan) dan darah bagi janin.Terompet kehidupan bekerja di dalam rahim.Ari-ari betul-betul bagaikan lapisan atmosfir yang memberikan perlindungan bagi kehidupan sang calon bayi dalam rahim.

 

 

 

 

 

Eksistensi ari-ari ini disejajarkan dengan posisi malaikat Isrofil.Dari sisi kelahiran manusia.Eksistensi ari-ari diterima sebagai saudara muda alias adi atau adik.

 Menurut konsep jawa dan  kekuatan yang diberikan Tuhan kepada ari-ari ini tidak pernah sirna. Tapi setelah dilahirkan, Ari-ari yang berupa alam goib ini tetap memberikan perlindungan metafisik pada manusia.Isrofil diibartkan sebagai pelita hati, menerangi.Itulah sebabnya sejahat-jahatnya manusia masih ada secercah cahaya dalam hidupnya.

 

Ketiga, Malaikat mikail ( Michael). Salah satu malaikat yang menjadi pembesar para malaikat. Tugas malaikat Mikail adalah memelihara  kehidupan. Diceritakan dalam hadis bahwa malaikat Mikail  mengemban tugas memelihara pepohonan, kehidupan hewan dan manusia.disebutkan pula dialah yang mengatur agin dan hujan, serta membagi rizeki kepada segenap makhluk.

Pada konsep “sadulur papat” yang sudah disesuaikan dengan ajaran Islam, tali pusar merupakan lokus, tempat dudukan bagi malaikat Mikail.

Dia merupakan tali penghubung bagi kehidupan maunusia. Zat makanan dari ibunda ke dalam janin diemban oleh tali pusar. Zat yang perlu dibuang dari tubuh janin agar tidak meracuni tubuhnya pun melalui tali pusar.Oksigen yang diperlukan oleh janin pun melalui tali pusar.

 Secara jasadi  Ia mengemban sampai bayi lahir.Maha suci Tuhan Dia yang mengatur kehidupan manusia dalam rahim melalui malaikat- malaikatNya.

Mikail dipandang orang jawa sebagai saudara yang membantu memberi sandang, pangan dan papan.Jika seseorang memohon perlindungan kepada Tuhan.Maka Mikail yang akan menjalankan perintah Tuhan untuk melindunginya. Tuhan senantiasa menjaga kehidupan manusia melalui “saudar empat” Yang dikirimNya sememnjak terjadinya konsepsi,pembuahan, dalam rahim ibunya hingga kematian menjemputnya.

Mereka berujud plasenta,tali pusar,ketuban, dan darah.begitu bayi lahir jasadnya musnah.Tetapi Eksistensi rohanianya  tetap terus menerus menjaga kehidupan batin manusia.    

 Asalkan kehidupan manusia sesuai dengan panggilan nuraninya. (Begitu manusia bertidak kejahatan maka mereka terlepas.)

 

Keempat, Malaikat Izrail. Malaikat maut. Dewa kematian. Kehadiranya sangat ditakuti manusia. Tapi kehadiranya tak bisa di tolak!, Jika ajal telah sampai maka dia akan mewafatkan manusia.

Dalam pandangan Jawa asli, dewa kematian tidak ada. Karena kematian itu bukan berasal dari luar dirinya. Bagi orang jawa mati merupakan jalan untuk kembali ke Tuhanya.

Mari kita lihat konsep saudara empat. Malaikat maut itu ternyata saudara manusia itu sendiri, bukan orang lain,Dia tak akan menyalahi tugasnya.Artinya kalau seorang belum sampai ajalnya dia tak akan mewafatkanya.

Dia tak akan mencabut nyawa manusia kalau belum waktunya mati.Justru Dia dijadikan saudara bagi manusia,Dia hadir di sisi manusia untuk meringankan penderitaan manusia.Saudara sejati pasti akan melindungi bila yang bersangkutan tetap tegak di jalan yang benar.Dia mendampingi bukan untuk mengitimidasi, tapi untuk meringankan beban.

Bayangkan jika manusia tidak bisa mati,tetapi hidupnya menderita. Apa  nggak tersiksa.Bayangakan ada orang yang mau mati saja sulit- na’udzu bi Allah min dzalik , kita berlindung dari yang demikian itu.

 Sama seperti orang yang mengalami kesulitan untuk tidur. Orang sulit mati atau sulit tidur tentu menderita.

Orang dapat menikmati rasa bahagia bila waktunya tidur langsung tidur tanpa kesulitan.Waktunya mati ya mati tanpa kesukaran.Fungsi Izrail sebenarnya memberikan kemudahan hidup manusia.

 Oleh orang jawa Izrail disebut sebagai kekutan Tuhan yang berada di dalam darah.Tempat duduknya ada di dalam darah.

Dengan kata lain dia mempunyai kekuasaan atas darah manusia.Dalam kehidupan sehari-hari ini Izrail bertugas juga menjaga hati yang suci.Jika hati tetap terjaga kesucianya maka ketakutan akan hidup menderita atau kematian tidak ada lagi.

Dialah yang merawat kehidupan kita sepanjang hayat.Dialah yang menyudahi kita bila tugas kita pada kurun kehidupan sekarang ini telah sampai. Telah sesuai dengan janji.

Dalam Alquran disebutkan bahwa jiwa kita ini setiap hari pulang pergi dari jasad kita. Ketika tidur, sang jiwa berkelana.Dan, kembali ke jasad kita ketika kita bangun.

Bunyi ayatnya sebagai berikut;

Allah memegang jiwa ketika seseorang mati atau pada waktu tertidurnya. Dia tahan jiwa orang yang mati, dan Dia lepaskan kembali ke jasadnya bagi orang ( yang masih hidup ) hingga waktu yang telah ditentukan.Pada yang demikian itu, terdapat ayat-ayat bagi orang-orang yang mau mengunakan pikiranya.

Ingat, meski semua yang ada disemesta alam ini dalam kekuasaan Allah, tapi kerja alam ini berdasarkan suatu sistim. Jika pada Q.S. 39:42 dinyatakan Allah yang memegang kendali jiwa manusia, tapi pada Q.S :61 disebutkan Allah mengutus penjaga-penjaga ke dalam diri setiap orang.

 Penjaga-penjaga inilah yang menunaikan tugasnya untuk mengakhiri kehidupan manusia bila sudah sampai ajal yang telah ditentukan. Sesuai dengan yang disepakati. Jadi , ada mekanisme. Ya seperti bekerjanya mesin saja.Empat saudara kita tetap menyertai kita dalam wujud roh. Tidak kasat oleh mata tapi ada dan bersama kita terus menerus.Semoga kita dalam lindungan Tuhan.amin.

 

Salam sejahtera,

(jakarta 14 oktober 2008)

Sumber : achmad chodjim (Guru Spiritual)

Hakikat Berdoa

March 17th, 2009 um 10:10 Uhr • Uncategorized0 Kommentare


Kanjeng Nabi Muhamad banyak mengajarkan doa atau mantra , baik semua buku doa dan zikir  pasti memuat mantra, dari bangun tidur , ke kamar kecil , berpakaian, makan, ke luar rumah, bepergian dan lain lain.

Ada sebuah hadis yang berasal dari  Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Pada waktu itu Abu Hurairah bertiduran karena merasa sakit perutnya. Lalu nabi meminta Hurairah untuk bangkit dan berdoa: “Bangkit dan berdolah karena sesunguhnya dalam doa terkandung kekuatan untuk penyembuhan.

          Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam berdoa, yaitu keyakinan dan bahasa dari doa itu sendiri. Yang baik tentu saja yang disertai keyakinan yang tinggi dalam berdoa dan mengerti makna doa yang diucapkanya. Kalo doa mengunakan bahasa jawa gimana atau bahasa Indonesia, kan sudah jelas.

Bahwa doa itu akan lebih mudah dihayati dan diyakini bila bahasanya dimengerti, Dan dalam doa di praktekan dengan sungguh – sungguh akan terkandung kerja.” Berdoa artinya bekerja, bekerja artinya berdoa( dalam ungkapan Barat ).

Sunan memeluk agama Islam. Agama yang bernuansa Arab ini ditransformasikan oleh sunan kepada orang-orang Jawa, Islam yang terasa asing  bagi  Orang Jawa diubah nuansanya menjadi agama yang bisa diterima di Jawa. Nah, keselamatan yang pertama ditawarkan oleh Sunan adalah keselamatan Lahiriah. Ini merupakan keselamatan yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh orang-orang yang memeluknya.

Dengan berdoa diharapkan seseorang dapat  melindungi dari berbagai ganguan. Dan Selamat.

Dalam Alquran saja ada surat yang dibaca sebagai mantra untuk perlindungan dari kejahatan di waktu malam. Surat lain yang dibaca untuk perlindungan  diri di waktu tidur adalah “ ayat kursi “ yaitu ayat 255 pada surat Al Baqarah.

Dengan kata –kata yang sederhana dan dimengerti serta diresapi oleh pembacanya, maka terciptalah energi metafisik dalam diri pembacanya. Perlu diketahui bunyi atau irama lagu adalah bentuk-bentuk energi.

Karena itu jangan heran bila tutur kata atau lagu yang dinyanyikan dengan merdu bisa mempesona pendengarnya. Nah , energi yang timbul itulah yang selanjutnya membawa kita ke relung terdalam dalam kehidupan kita. Bangkitlah Ingsun sejati kita.Tersambunglah daya itu dengan Guru sejati yang selalu berhubungan dengan Sang penguasa.Lalu melalui pikiran kekuatan itu diarahkan kepada yang dituju.

Yaitu untuk pencegahan penyakit, penyembuhan , tolak bala dan petaka, menolak teluh dan guna-guna. Sebaliknya kata-kata yang kasar dan agitatif, akan membakar emosi orang yang akan mendegarnya. Membangkitkan kemarahan dan menjijikan, kata-kata yang kasar atau kotor merupakan daya setan yang ada pada diri kita. Yang secara alami ada di setiap diri manusia.

Kata-kata halus yang diucapkn penuh keyakinan akan membuat api menjadi air. Penyakit balik ke tempatnya. Semua akhirnya menjadi rahmat.

Sesungguhnya setiap orang ini telah dibekali “ daya” dan “ kekuatan” oleh Tuhan.Cuma tidak setiap orang mampu membangkitkan daya dan kekuatanya. Sama seperti tangan dan kaki yang kita miliki, Ternyata tidak setiap diri kita mampu berbuat terampil dengan tangan dan kakinya.Doa mantra juga begitu.Meski kalimat doa yang dibaca sama tapi hasilnya bisa berbeda.

Setiap orang dianugerahi akal oleh Yang mahakuasa. Tapi nyatanya tidak setiap orang mampu mengunakan akal pikiranya.

Di dalam olah rasa itulah seseorang mampu memenuhi diri sejatinyaa. Ingsun sejati! Perlu diketahui bahwa “ aku sejati “ Atau “ Ingsun Sejati ‘ atau diri sejati itu sama sekali berbeda dengan Ego” , . Ego adalah “ aku ‘ yang di bungkus nafsu. Ego’ amat terikat oleh pengalaman indrawi. Karena itu, sasaran ego adalah kepentingan diri sendiri. Pemuas diri sendiri . orang lain  soal nanti.  

 

                                                Ingsun Sejati

            Ingsun sejati ada di dalam rasa.  Wa fi sirri ana . Di dalam “Sirr” ada Aku. Kalimat ini kami petik di dalam hadis qutsi. Ya di dalam rasa itulah aku. Jika Ego memecah belah kemanusiaan, maka Ingsun sejati menyatukanya. Jika ego memecah belah ‘ ingsun sejati” menjadi serpihan-serpihan “aku “, maka Ingsun sejati memegang kendali semua jenis ke-ego-an.

 

Ego merupakan ujud iblis yang ada di dalam diri manusia. Jika ego dilatih maka akan menghasilkan pula kekuatan, tapi itu kekuatan jahat. Kekuatan setan. Sifatnya hanya menjauhkan manusia dari kebenaran.

Bila kita telah menemukan Diri Sejati kita, maka kita akan diiringkan menuju guru Sejati, Atau roh kudus yang ada di dalam diri kita. Dia sebagai tali penghubung antara “ingsun” ynag mampu membangkitkan daya dan kekutan yang di dalam diri. Sarana untuk membangkitkanya adalah mantra , Doa dan kidung suci. Kita sadar bahwa tiada daya dan kekuatan kecuali pada Allah. Daya  dan kekuatan yang ada pada “ Nya itulah yang berdayakan dengan membaca Mantra , Doa atau kidung.

Orang beriman menyadari bahwa daya dan kekuatan itu wujud dari Ud’uni astajib lakum. “ mintalah kepadaku niscaya aku kabulkan permohonanmu. ‘ “ Jadi yang mengabulkan itu ALLAH “. Mantra dan Doa hanyalah sarana. ‘ CUMA ALAT’. Daya yang timbul dari keyakinan  dalam membaca itu yang menyatukan antara “ aku sejati ‘ dengan”Guru Sejati” ke samudra kekuasaan yaitu ALLAh sendiri.

Doa erat kaitanya dengan “aku” atau ‘ Ingsun “ sejati. Ingsunsejati menguasai raga. Sedangkan ego dikuasai raga atau segenap indra jasmani. Bila tuntutan raga saja yang dipenuhi, maka yang dipenuhi itu nafs kita. Yang dituruti itu kemauan ego. Justru ingsun sejati tertutupi. Padahal sebenarnya raga  hanyalah pakaian bagi  Ingsun sejati. Dapat dibayangkan apa jadinya, jika seseorang yang berpakaian hanya memenuhi pernik-perniknya pakaian itu sendiri. Niscaya ia akan tersiksa karena pakaian yang terlalu menyita perhatianya. 

Kita memang sering tertipu. Kita bekerja keras bukan demi “ ingsun “ kita yang sesunguhnya, tetapi demi raga kita. Kita hamburkan uang banyak untuk beli makanan yang mahal. Kita lupa terhadap gizi atau nilai yang sesunguhnya yang kita dapatkan dari makanan. Kita lebih terpikat gengsi daripada gizi. Padahal raga  yang kita pakai ini pelan –pelan tetap mengalami keusangan. Cepat atau lambat, akan tak berguna lagi bagi diri sejati. Raga harus diganti dengan raga lain lagi. Makanan, minuman, sebenarnya sekedar untuk menyambung hidup.

Kebutuhan batin tidak bisa dipenuhi dengan energi dari materi. Energi itu harus dipenuhi oleh energi halus, energi metafisik, atau energi rohaniah. Dan dengan energi inilah yang bisa mengekalkan kehidupan ingsun sejati. Energi ini yang dibutuhkan untuk menyempurnakan pertumbuhan ingsun sejati. Agar bisa kembali kepada Nya. “ inna li  Allah wa inna ilayhi raji’un” Kita berasal dari Allah dan kita kembali kepadaNya.

Perjalanan kita sebenarnya berakhir pada Dia. Bukan berujung pada surga atau neraka. Tapi, pada-Nya. Surga atau neraka hanyalah terminal sementara, Keduanya dicantumkan dalam kitab suci hanya untuk memberikan motivasi bagi manusia agar dapat kembali kepadaNya. Dengan iming-iming surga dan neraka, manusia akan berusaha untuk menyucikan hidupnya. Agar bisa kembali kepada Yang Maha Suci.  

Doa adalah permohanan. Kita memohon kepada sang Khalik. Permintaan kepada sang pemilik. Sebenarnya yang ada di dalam permintaan itu sebatas perlindungan dan kemudahan. Jadi Doa tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum yang bekerja di alam. Misalnya agar tidak merasa lapar, tidak mengalami kematian, sejenisnya. Untuk menghilangkan rasa lapar ya kita makan. Untuk tidak mengalami kematian ya kita harus dapat mengembalikan ingsun Sejati kita kepadaNya.

Pada umumnya orang berdoa untuk memenuhi ajaran agama sekedar untuk meringankan beban kejiwaan atau batin.”  Mengapa demikian ?’ Karena secara material orang menyadari bahwa doa tidak mendatang material yang diminta. Dalam istilah agama: Banyak doa yang tak terkabul pada kenyataanya.

Doa tak terkabul kerena hanya refleksi dari tuntutan raga semata.Doa tidak makbul (Dikabulkan), Tidak mustajab ( diterima) karena hanya keluar dari mulut semata. Doa yang dikabulkan  ini tidak keluar  dari hati terdalam.

Lalu bagaimana agar doa itu makbul?. Agar Mustajab?. Ya harus membersihkan diri lahir dan batin. Kebersihan lahir itu apa , ‘ya menyangkut usaha lahiriah,. Dan membersihkan batin?. Ya membersihkan hati dari kedengkian, iri hati , mementingkan diri sendiri, kekikiran, kesombongan, dan sejenisnya.

Membersihkan diri lahir dan batin merupakan kebutuhan pokok bagi ingsun sejati. Makanan dan minuman Ingsun sejati tidak berupa material bumi. Tapi berupa amalan, budi pekerti yang makruf dan perbuatan hati yang luhur. Dalam bahasa hadis disebutkan “Berbudi pekertilah dengan budipekerti Allah. Kalau kita sudah berakhlak dengan akhlaknya Allah, niscaya Allah mengabulkan permohonan kita.  

Ingat , ibadah tidak berarti semata-mata menjalankan ritual agama tapi kosong dari makna ibadah itu sendiri, Ibadah adalah penghambaan!.

 

Tuhan berfirman “ Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku menerima doa-Mu, Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri untuk melayani-Ku, mereka akan masuk jahanam dengan hina (Q.S.40;60 ). 

 

Kalau kita simak. Melayani Allah berarti melayani hamba-hambaNya. Memberi minum bagi yang kehausan, memberi makan bagi yang kelaparan. Memberi pakaian bagi yang kedinginan, mengobatkan bagi yang sakit. ( yang tak punya uang untuk berobat ). Mengurangi atau membebaskan penderitaan orang lain. Inilah ujud ibadah yang sebenarnya. Sedangkan salat, puasa, zakat, dan haji hanyalah cara untuk mewujudkan ibadah yang sebenarnya.Dalam bahasa arab, semua ritual itu disebut sebagai riyadhah. Atau latihan.

 

Puasa merupakan sarana untuk menahan hawa nafsu. Hasil dari puasa yang benar adalah hidup tenang, dan tidak mudah emosional. Dalam ketenangan hidup itulah doa seseorang akan didengar Tuhan. Dan kalau kita bicara tentang puasa, maka bukan Cuma puasa Ramadan yang 29-30 hari itu. Dalam pengertian puasa tercakup juga upaya-upaya untuk menahan hawa nafsu dalam hidup sehari-hari. Usaha –usaha untuk mewujudkan perilaku yang makruf dalam kehidupan.

 

Jika diumpamakan laut, deru ombak mereda. Airnya tenang dan jernih. Ikan yang berseliweran di dalamnya tampak jelas. Hati yang tenang dan pikirn yang jernih membuat doa yang dipanjatkan terkonsentrasi.Kata-kata yang ada dalam kalimat doa teresapi. Daya dari pengucapan doa bangkit. Dan doa menjadi nyata. Maka datanglah rezeki dari arah yang tak disangka- sangka.Ingat rezeki bukan semata-mata uang. Kesehatan dan selamtan dalam hidup juga rejeki namanya. ( Jadi benar ungkapan dari barat bahwa bekerja itu berdoa, dan berdoa itu bekerja.

 

Salam sejahtera.

Suntiyono ( Menteng atas , Kamis 12 Maret 2008)

Sumber: Burung surga,mistik & makrifat , A. Chodjim Guru Spritual

KECERDASAN ALAKA

March 16th, 2009 um 7:22 Uhr • Uncategorized0 Kommentare


TAHAPAN PEMAHAMAN ILMU RAHASIA DERAJAT KESADARAN LAHIR BATIN

(KECERDASAN ALAKA)

 

Ditulis oleh :

(Grand Master Sukma Mulia- Dynno Chressbon)

 

 

 

PENGANTAR PENULISAN:

 

 

“Laa as alukum alaihi ajraa (Saya tidak akan minta upah kepada kalian atas jasaku ini)”.Kata-kata ini  adalah pesan singkat (SMS) dari pusat rahasia kesadaran tinggi yang di transformasikan secara metafisika kedalam mata batin pe nulis (Spiritual Breakthrough),bahwa tingkat kesadaran pri badi akan dirubah total 360 derajat (Altered State Of Consi ousness) pada usia 40 tahun nanti melalui jalan kesadaran ilahi (Consious Channeling). Pesan ini diterima berulang kali sejak tanggal 12 Oktober 1974,sampai usia penulis genap 35 tahun.

Merasa terus dikirimi SMS yang sama sepanjang tahun, pada tahun 2004,penulis putuskan untuk membagi ilmu ra hasia derajat kesadaran ALAKA ini kepada para master-master di persatuan energi spiritual SUKMA MULIA dan kepada peminat-peminat pribadi di 18 negara.

Sikap dan motivasi yang mendorong penulis melakukan upaya itu,karena senantiasa terilhami dengan hikmah dari pesan singkat di atas untuk membebaskan banyak orang dari situasi mediokritas (keadaan tanggung dan tidak suk ses). Dengan misi yang sama, akhirnya TUHAN menolong penulis dengan menghadirkan para Grand Master-Grand Master berbakat untuk membantu suksesnya ilmu rahasia ini meluncur menuju tujuan sejarahnya.

Para Grand Master-Grand Master tersebut masing-masi ng : Jamaluddin,Herry Wahyu,Erwin Marasabessy (SUKMA MULIA),Uki M Kurdi (HIKMAH MUKJIZATI),Achmad Subec hi (QALAM INSANI),Suntiyono (WAHYU NINGRATI),Agung Kristianto (AVATARA SMRITI),Widya Saraswati (MAHADI VA KIRANA),Ef fendy Maruapey (SABDA SEJATI),Reza Tua sikal (AMARIMA LEAMATA),Abua Tuasikal (NUR ALAKA). Se moga TUHAN memberkati semua upaya mereka.

 

 

PENGANTAR PEMAHAMAN:

 

 

        Tulisan ini disusun secara konsepsi dengan dedikasi untu k mengamalkan intisari ilmu yang pernah ditransformasikan secara emosional oleh kelembutan ilahiyah (partikulasi isti mewa) melalui limpahan cahaya pengetahuan intuitif USH ULI & HUDURI (kecerdasan ilahiyah) dari pribadi-pribadi tin ggi SUKMA MULIA (para Grand Master yang membumi/ As cended Grand Master) yang memiliki hubungan relasi his toris (silsilah keluarga) dengan leluhur penulis di TANAH ALAKA-AMBON,ARAB-PERSIA,ASIA SELATAN & EROPA.

        Pengantar pemahaman ilmu rahasia derajat kesadaran ini bukan sekedar konsep teoritis,logika dan filsafat, atau pun sesuatu yang serupa dengan hal ini yang berujung pada pencapaian pengetahuan realitas yang bukan merupakan pencerahan dan penyingkapan akal aktif.

        Konsepsi ini diproyeksikan secara sadar untuk dipahami oleh semua individu yang beriman (spiritual dan agama) yang ingin mencapai level-level pengalaman ekstra sensorik secara akal cerdas dan murni (akal kesadaran yang bersifat objektif,sistematis,metodologis dan argumentatif) untuk m emakmurkan kehidupannya (dunia-akhirat).

        Ilmu derajat kesadaran ini,adalah hasil karya akal yang luhur (pencerahan intelek aktif yang lahir melalui konsepsi-konsepsi rasional),aktivitas hati yang luhur (pencerahan intelek aktif yang lahir melalui konsepsi-konsepsi mental), dan ritual spiritual yang luhur (penyingkapan intelek aktif yang lahir melalui konsepsi-konsepsi ritual) dari manusia-manusia adi kodrati yang sudah,sedang,dan telah pulang ke pusat rahasia kesadaran mutlak (Rahmat Tuhan) dalam be berapa prinsip-prinsip dasar untuk terus dikembangkan (ek sperimentasi) dan dilestarikan oleh anak cucu dan kader penerusnya.

        Tegasnya : ilmu ini lahir dari analisis rasional dan faktu al, serta dari abstraksi kuantitatif-matematis yang kondusif dan bersifat mekanistis reduksionis. Atau ilmu yang lahir ka rena penggunaan seluruh kapasitas potensi dan kehendak jasmani (seluruh instrumen fisik didalam tubuh manusia), potensi kecerdasan akal (akal potensial,akal aktual,akal per olehan,akal aktif,akal ilmiah,akal materi,akal talenta,akal te ori) dan potensi kecerdasan ruhani (seluruh instrumen psi kis di dalam tubuh manusia) orang-orang suci yang shakti.

        Manfaat ilmu ini (kesanggupan untuk melakukan gerak transubstansial konstan dan gerak transendensial instan), sesungguhnya tidak bisa dinikmati oleh setiap orang, wal aupun semua tahapan-tahapan pelajaran telah dilalui sese orang. Kecuali atas kehendak penguasa rahasia kemuliaan (Tuhan) dan keikhlasan hati dari pemegang lisensi rahasia il mu (Anugrah dan karunia) itu sendiri untuk diajarkan dan diamalkan secara meluas.

        Ilmu rahasia ini,telah coba dipelajari (dari berbagai sum ber  rujukan) secara turun-temurun oleh banyak orang de ngan menerapkan berbagai kesanggupan-kesanggupan kos entrasi-kosentrasi tertentu (meditasi, semedi, bertapa, tirak at) untuk mencapai kapasitas kondusif (mengheningkan cip ta,rasa dan karsa),namun gagal mencapai jalan kesempurn aan. Ketika habis batas toleransi kesabaran dan umurnya or ang tersebut,rumusan dan petunjuk praktis untuk mempel ajari,menerima dan memahami ilmu ini tidak ditemukan. Mengapa demikian?

        Jawabannya: sesungguhnya mereka belum siap untuk mempersiapkan diri menerima pengalaman astral (ghaib) dan konsekwensinya (menerima mukjizat dan keajaiban spi ritual). Niat meraka belum bersih dari sikap pamrih (mau menjadi orang pertama/hero,menganggap dirinya selalu benar/suci, mementingkan diri sendiri/egoisme promordi al).

        Akhirnya banyak orang gagal memusatkan kesanggupan kosentrasi-kosentrasi tertentu ( menghimpun kekuatan rag a,cipta,jiwa,rasa) menuju landskap pusat rahasia kesadar an. Kegagalan susulan lainnya ; banyak orang gagal meng aktifkan dan menyingkap rahasia-rahasia intelek aktif,dan secara intuitif orang tersebut gagal mengoptimalkan Anugr ah potensial illahiyah yang dikaruniakan Tuhan (loncatan kuantum) menuju takdirnya (jalan dan tujuan historisnya yang sejati / sejati ning urip / sangkan paraning dumadi). Kecuali mereka hanya mendapatkan motivasi daruratnya semata-mata. Solusinya?

        Setiap orang perlu untuk belajar memahami hakikat (mengembangkan wawasan) dan besarnya anugrah potensi alnya. Sehingga mereka akan dapat mengetahui peta jalan takdirnya (wawasan kesadaran internal-eksternal/ wawasa n gnosis), mempersiapkan semua bekal yang diperlukan (konsep manajemen diri), mencermati setiap tahapan pen capaian (potensi peluang,kekuatan, tantangan, hambatan dan kelemahan) agar terbebaskan dari resiko kegagalan (keterbatasan umur, kesempatan, modal, kesehatan, dan ke hidupan) yang tidak diprediksi sebelumnya.

 

 

HAKIKAT PEMAHAMAN :

 

 

        Dibutuhkan persiapan (orientasi mental-spiritual) yang cermat (potensi hasrat,inspirasi dan semangat) sebelum dapat memahami rahasia derajat kesadaran. Dengan persia pan tersebut,seseorang dapat menerapkan kesanggupan ko nsentrasi tertentu untuk mewujudkan pemikiran-pemikiran batiniyah mereka melalui reaksi sensasi ( potensi rasa, har apan,ketakutan,pandangan dan keasyikan) yang tercampur diantara realitas imaterial (impian) yang terproyeksi oleh  tingkat kesadaran (jangkauan persepsi) energi spiritualnya.

        Contohnya : ketrampilan seseorang untuk berkomunika si secara verbal dan isyarat (transenden) secara telepati : Af’al,Asma,Sifat dan Dzat (level-level akses informasi tanpa batas dan komunikasi rahasia keesadaran tinggi) ke medan elektromagnetik : Namiya,Natika,Qudus (instrumen-instru men komunikasi transendental) milik manusia, hewan, tum buhan dan alam semesta.

        Hadirnya fenomena-fenomena realitas imaterial (alam ekstra dimensional) yang terbangun melalui aktivitas kom unikasi ekstra inderawi ke landskap alam khayal,alam waha m,alam akal akibat rangsangan medan elektronis mental-spiritual tersebut,hanya bisa dipelajari dan dipahami deng an ilmu metafisika (meta empiris & meta inderawi).Hikmah dan rahasia pengetahuan apa (Anugrah & Karunia) yang di terima dan didapatkan dari kehadiran fenomena-fenomena tersebut yang relevan dengan realitas-realitas kehidupan dan spiritual seseorang?

        Untuk itu,bersiaplah dengan cermat (tidak membuang-buang wak tu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,memiliki minat yang besar,antusias terhadap semua peluang yang dapat menghasilkan ilmu,rajin mencari-tidak kenal lelah da n bosan,menjaga lidah dari kebodohan), ketika seseorang sedang mempelajari cara belajar ilmu kecerdasan ALAK A,yang disusun berdasarkan metode intuisi, metode keyaki nan,metode ilmiah,metode otoritas,metode ilahiyah dalam 5 tahapan dasar :

 

( A= ALASAN : Kecepatan seseorang atau kelompok untuk mewujudkan IMAJINASI)

(L=LOGIKA   : Kecepatan seseorang atau kelompok untuk membuat STRATEGI )

(A=ANTUSIAS : Kecepatan seseorang atau kelompok untuk mencari PELUANG )

(K=KESAN      : Kecepatan seseorang atau kelompok untuk membangun KEKUATAN)

(A=ASPIRASI : Kecepatan seseorang atau kelompok untuk meraih KESUKSESAN)

 

yang disebut dalam bahasa leluhur penulis sebagai : AMARI MA atau PANCAMAYA dalam bahasa sansekerta.

 

        Dengan metode ini diharapkan,fungsi dan tujuan historis ilmu rahasia derajat kesadaran dapat dipelajari,dipahami se rta diaplikasikan dengan baik dan cepat oleh setiap individu yang ingin mengambil manfaat darinya.

        Apa alasan logisnya antusias terhadap semua peluang akan menghasilkan kesan menakjubkan,setelah seseorang menyalurkan aspirasinya lewat metode ALAKA ini? Jawaban nya: Akibat rangsangan medan elektronis mental spiritual seseorang yang terlatih baik,maka 100 milyar koneksi listr ik sel otak (neuron) yang dimiliki setiap manusia akan lang sung terkoneksi menjadi kekuatan energi kuantum yang mampu mewujudkan setiap kehendak batin (insting) yang diproyeksikan seseorang (potensi daya persepsi ekstra sens orik) dalam waktu sekejap (kecepatan/detik) dengan izin dari pusat rahasia kesadaran tinggi (Tuhan).

        Kesan menakjubkan (lahirnya fenomena-fenomena keaj aiban-mukjizat) yang terjadi selanjutnya,apabila disaksikan oleh manusia rasionalistik rendah (orang awam) pasti akan merubah paradigma,wawasan dan logika berpikirnya 360 derajat. Sebab kultivasi energi (cahaya/nur) yang tercipta akibat dari proses kerja mesin elektrokimia otak manusia untuk mewujudkan impian (citra visual dan bayangan men tal) seseorang,sesungguhnya terjadi sangat cepat dengan rumus: 2 pangkat 100 milyar / kecepatan cahaya.

        Siapa yang tidak antusias untuk mempelajari metode ilmu PANCAMAYA ini? Jawabannya : setiap individu yang belum pernah paham, bahwa anugrah dan karunia paling besar yang dilimpahkan Tuhan kepada manusia adalah : rahasia keajaiban OTAK (sumberdaya pengetahuan) dan misteri kekuatan ROH (sumberdaya kehidupan).

Apabila seseorang sudah memahaminya,maka keajaiban yang akan diperolehnya segera,yaitu : kekuatan otak dan roh akan membantu meningkatkan ketrampilan seseorang dalam mengidentifikasi dan memecahkan setiap problem hidup (kecakapan pribadi),mengembangkan strategi dan program untuk sukses meraih cita-cita hidup di segala bida ng (kecakapan sosial),sesuai dengan konsep-konsep energi spiritualnya.

 

 

TAHAPAN PEMAHAMAN:

 

 

        Ikutilah petunjuk ini agar tidak terkecoh dengan peristi wa-peristi wa emosional (realitas keajaiban-mukjizat) yang akan terjadi dan bisa terjebak dalam kemunafikan, fananis me, dan pendongeng. Contohnya : kemampuan seseorang mendemonstrasikan ketrampilan adi kodratinya untuk mew ujudkan motivasi organik (kemampuan menghadirkan mak anan,minuman dalam waktu singkat),mewujudkan motivasi darurat (kemampuan meloloskan diri dari ancaman dan bah aya dalam waktu singkat),dan mewujudkan motivasi objek tif (kemampuan menyulap,menyihir,memanipulasi setiap objek dalam waktu singkat) hanya semata-mata untuk me mperluas gengsi/status sosial,intelektual,agama dan politik nya.

 

 

TAHAPAN AWAL : KECERDASAN ALASAN (Kecepatan seseor ang atau kelompok untuk mewujudkan IMAJINASI)

 

“Suatu TANDA,sudah cukup bagi orang yang WASPADA, tetapi seribu NASIHAT, tidak cukup bagi orang yang CEROB OH”     

 

        Motivasi (darurat,organik,dan objektif) seseorang dalam mempelajari rahasia derajat kesadaran,apabila dirasakan intristik dan ektrinsik sebagai kebutuhan mendesak untuk dipenuhi,maka kekuatan insting (nalurinya) secara otomati s akan menggerakan,mengarahkan dan menopang orang tersebut ke arah pencapaian tujuan-tujuan personal yang dikehendaki sesesuai dengan konsep-konsep energi spiritu alnya.

        Intuisi (insting atau naluri) adalah pengalaman akal budi manusia (wujud objektif rahasia kesadaran yang memberi kan data dan informasi rahasia bagi pengetahuan),atau mat eri perasaan ( apabila dilatih dengan latihan-latihan ruhani) akan dapat dikomunikasikan secara transendental.Sehingga realitas ilmu pengetahuan dan tindakan jasmani seseorang, langsung terwujud bila diinginkan,langsung terjadi bila dii jinkan oleh pemilik rahasia kemuliaan (Tuhan).

        Potensi dasar dan motivasi kehidupan dan spiritual ( aspi rasi atau cita-cita) seseorang apabila dioptimalisasikan lew at metafisika (ilmu untuk mengetahui atau memperoleh pe ngetahuan yang tidak diperoleh melalui pengamatan empir is,atau penalaran akal,tetapi diperoleh melalui latihan-lati han ruhani) maka secara naluriah (kekuatan biologis bawaa n lahir / KI) akan mampu menghasilkan kultivasi energi yang relevan dengan unsur-unsur yang berdinamika (citra diri,pengembangan diri, dan aktualitas) dalam setiap diri se seorang.

        Untuk memperdalam level pengalaman spiritual dan indr a ekstra sensorik agar motivasi awal (hasrat meraih cita-cita positif menjadi efektif dan tepat sasaran),disarankan melakukan meditasi AMARIMA, yakni:

 

Meditasi Akal Budi (Waskita / Lawwamah) untuk mend apatkan ilham dari pusat rahasia kesadaran tinggi;

 

Meditasi Budi Luhur (Karuna / Mulhamah) untuk memperol eh karunia dari pusat rahasia kesadaran tinggi;

 

Meditasi Budi Pekerti (Merkaba / Muthmainnah) untuk memperoleh berkah dari pusat rahasia kesadaran tinggi;

 

Meditasi Budi Mulia (Shamballa / Mardhiyah) untuk mempe roleh hidayah dari pusat rahasia kesadaran tinggi;

 

Meditasi Budi Darma (Kundalini /Kamilah) untuk memperol eh petunjuk jalan lurus dari pusat rahasia kesadaran tinggi.

 

        Awali meditasi-meditasi ini dengan belajar mengosong kan pikiran dari gagasan-gagasan yang tidak bermanfaat dan relevan dalam kehidupan dan spiritual (bersikap rendah hati),agar setiap individu dapat mengisi hidupnya dengan persepsi-persepsi akal budi (pengetahuan batin) yang lebih luhur (hasrat hati) dan akhirnya mampu memahami makna yang sejati (hikmah) dalam meyakini setiap pengetahuan yang diterima.Sebab kerendahan hati,adalah tangga pertam a (melalui persepsi ekstra sensorik) menuju alam ekstra dimensional.

        Bersihkanlah hati (bersikap introspeksi dan ekperimen di ri) dari prasangka-prasangka yang tidak bermanfaat dan rel evan (bersikap tinggi hati),agar setiap individu dapat meng hayatinya dengan persepsi-persepsi batin yang suci (mata hati) agar mampu memandang setiap akibat kejadian,dan akhirnya mampu memahami hakikat yang sejati (kata hati) supaya mampu mengungkapkan setiap kejadian yang terja di dalam menerima hikmah setiap pengetahuan yang diteri ma.Agar supaya tidak terjadi pertentangan,ketidakpercayaa n dan kebinngungan ketika sedang mempersiapkan langka h-langkah berikutnya menuju dunia ektra dimensional.

        Sebab kebanggan (bersikap iri hati) hanya mampu meni mbulkan spekulasi, emosi, imajinasi, manipulasi (bayangan prasangka) akibat dari kelebihan daya persepsi serta rangs angan tonjolan syaraf otak panetal,syaraf otak temporal da n syaraf otak depan untuk mengklaim dan menolak setiap p engetahuan baru.Sikap mental arogan (bersikap merasa he bat) seperti ini sangat berpotensi menghancurkan setiap tahapan-tahapan seseorang ketika menuju alam ekstra dim ensional.

        Hal ini disebabkan,metode pembelajaran melalui perseps I langsung (pengalaman inderawi:Fusi,asimilasi,komplikasi) maupun persepsi yang ditimbulkan oleh rangsangan medan elektronis mental spiritual (pengalaman non inderawi:feno mena,apersepsi,perhatian,analisa,penilaian,sintesa) dalam ilmu metafisika sangat terkait dengan tingkat pemahaman atas potensi,motivasi pribadi,penilaian pribadi,kesanggupan pribadi,komitmen dan pengetahuan seseorang dalam menu ntut ilmu pengetahuan ini.

        Tahapan pertama untuk mencapai tingkat rahasia kesa daran (rahasia diri sejati) tidak serta merta dapat diraih sec ara instan hanya dengan modal keinginan,kepercayaan dan keyakinan personal semata-mata terhadap ilmu yang diajar kan,tanpa mencermati tujuan awal (sasaran) dan tujuan ak hir dalam mempelajari ilmu ini.Resiko (implikasi mental) da ri hal tersebut akan menimbulkan perubahan mental dan str uktur daya ingat (syaraf sensoris dan syaraf motoris otak) serta perilaku dan kepribadian sosial seseorang.

        Oleh karena itu,apabila alasan untuk meminta (menimb a) sesuatu ilmu tanpa mampu mengambil manfaat darinya, adalah tindakan pelepasan akal sehat (tidak menyadari keg unaan sesungguhnya dari ilmu tersebut). Sebab persiapan dan sikap mental spiritual seseorang,untuk menerima atau menolak gagasan-gagasan hasil pemikiran batiniah (persep si diluar daya nalar penginderaan) yang relevan (atau tidak relevan) akibat respons proyeksi lima (5) inderawi dan dita mbah tiga (3) indera ektra inderawi terhadap hasrat (kei nginan hati), akan mewujudkan resiko naik turunnya tingka t kecerdasan umum dan kecerdasan khusus) seseorang.

 

 

TAHAPAN KEDUA: KECERDASAN LOGIKA (Kecepatan seseo rang atau kelompok untuk membuat STRATEGI)

 

“KEBINGUNGAN dalam mencari dan menyimpan RAHASIA,a dalah AWAL KEWASPADAAN seseorang.Seperti KACAMATA yang melindungi MATA dari sengatan MATAHARI”.

 

       

        Selanjutnya,diperlukan sikap mental (ekspresi wawasan psikologis:berpikir,berkehendak,berkeinginan dan sosiologi s:status sosial dan biografi historis) yang seimbang antara analisa (penilaian panca indera ) dan sintesa (konsepsi visu al) sebelum seseorang dapat mencapai tahap kedua menuju tingkat kecerdasan indera ekstra dimensional ( indera 6,7,8 atau persepsi indera ekstra sensorik).

        Sikap mental (respons akal budi) pada tahapan pertam a,akan tercermin dalam medan fisika quantum untuk meng gerakan seseorang merealisasikan penalaran dalam membe ntuk konsep-konsep gerakan energi spiritualnya (gerakan y ang dikehendaki,gerakan pernafasan,gerakan spontan,dan gerakan refleks) ke landskap pusat rahasia derajat kesadar an yang jauh dari jangkauan nalar manusia biasa (rasional mekanistik) menuju tahapan kedua untuk membentuk kons ep-konsep gerakan energi spiritual manusia adi kodrati (nal uriah mekanistik) untuk merebut kesempatan-kesempatan emas dalam kehidupan.

        Sikap mental (mentalitas) sebagai cermin kepribadian da n kecerdasan seseorang (kemampuan berkehendak),sangat mempengaruhi langkahnya (motivasi) ke tahap kedua ini. Apabila ekspresi sensasi psikis (sikap kerendahan hati) sese orang,adalah hasil adopsi imajiner (khayalan) tanpa mengh asilkan perubahan moral positif (perubahan kejiwaan) bagi kehidupan kesehariannya (tindakan jasmaniyah),berarti ind ividu tersebut belum mampu melakukan komunikasi transe ndental (proses pengorganisasian data dan informasi pengi nderaan) dengan presepsi akal sehat dan teologinya.

        Sebab materi (data dan informasi) mental adopsi (copy mental dan scan mental) yang diproyeksi,apabila tidak tera kses secara optimal dan maksimal (fenomenal-konseptual), Cuma akan menghasilkan bayangan prasangka (opini akal-kesan tiruan) yang jauh dari realitas material. Apabila tidak menimbulkan efek motivasi darurat-objektif yang selaras dan relevan dengan keinginan awal,cuma akan menghasil kan sindrom (bayangan mental-khayalan-ilusi) negatif yang tertanam didalam hati dan pikiran.

        Oleh sebab itu,apabila cermin kepribadian seseorang sud ah selaras dan relevan dengan keinginan awal (kehendak ni at baik),maka cahaya rahasia derajat kesadaran (anugrah) akan membimbing orang tersebut menemukan titik awal ta kdirnya.Pada tahapan inilah seseorang baru bisa dianggap sudah mempersiapkan dirinya untuk menerima atau menola k gagasan-gagasan hasil pencerahan dan penyingkapan int elek aktif lewat aktivitas-aktivitas akal,hati,dan ritual.

 

 

TAHAPAN KETIGA: KECERDASAN ANTUSIAS (Kecepatan ses eorang atau kelompok mencari PELUANG)

 

“Membanggakan ILMU ORANG LAIN yang tidak pernah DIM

ILIKINYA,adalah sama dengan MENGHINA DIRINYA sendi ri”

 

       

        Kondisi kesehatan yang prima (atau terganggu) dan leve l pengalaman-pengalaman (mental,fisik,akal,batin,spiritual) serta klaim kemampuan mengakses energi quantum dari da n ke lanskap pusat rahasia kesadaran mutlak (Rahmat Tuha n) oleh seseorang,sangat berpengaruh terhadap konsep visi (motivasi fisiologis-psikologis) pencapaian target-target int uisi diri (harapan,tekad,sasaran dan tujuan) yang akan divi sualisasikan,diproyeksikan,dan diwujudkannya (misi) men jadi realitas objektif yang konkret.

        Apabila intuisi diri (potensi minat),realitas diri (potensi bakat) seseorang sudah selaras dan relevan dengan unsur-unsur diri yang berdinamika (motivasi pribadi,penilaian pri badi,komitmen,kesanggupan,dan pengetahuan iman dan ta qwa),maka level kondisi realitas (pengalaman) objektif yan g diharapkannya akan terlahirkan,sesuai dengan kondisi ke sehatan mental individu tersebut. Sehingga apabila syarat-syarat material,imaterial dan keadaan-keadaan fisik,maka sebab-sebab tertentu (fenomena keajaiban dan mukjizat) akan menyebabkan (melahirkan) akibat-akibat tertentu pul a.

        Semakin tinggi tingkat stadium kesehatan (mental,jasm ani,spiritual) seseorang,maka tingkatan realitas material-im aterial yang akan dicapai semakin cepat (dengan hitungan kecepatan suara,kecepatan sinar,kecepatan cahaya) terha dirkan ketika diniatkan (sesuai dengan presepsi-presepsi ak al sehat dan teologi),tanpa harus melakukan konsentrasi-konsentrasi tertentu.

        Sebab konsep diri sejati (realitas tubuh spiritual/jiwa/ro h) dalam tubuh jasmani seseorang yang sudah tercerahkan akal aktifnya (akal budi/otak kanan),pada hakikatnya bersif at memerintah (direktif),bebas dan abadi untuk menyingka p dan melahirkan setiap kehendak hati (tindakan,penghara pan,hasrat,keinginan,kerinduan) manusia adi kodrati menja di realitas objektif konkrit.Alasannya?

        Sikap kehendak (inti kepribadian) dan level pengalaman objektif konkrit seseorang yang terkait dengan konsep visi, misi dan energi spiritualnya,sangat berpengaruh terhadap langkah (pergerakan murni) kausalitas mekanik (motivasi) di tahapan ketiga ilmu kecerdasan ALAKA.Jangan sampai seseorang kehilangan keyakinan untuk mengubah kualitas kehidupannya 360 derajat,menuju kesuksesan yang diharap kannya. Logikanya?

        Tingkat esanggupan seseorang untuk melakukan konsep gerakan transsubstansial konstan dan gerakan transendens ial instan,yang dioptimalkan dalam ilmu kecerdasan ALAKA, lahir dari aktivitas rasional,mental,ritual spiritual (kesatuan entitas metafisis/kehidupan sejati),sesungguhnya adalah re alitas awal dari pusat kehidupan kreatif (kecerdasan indra e kstra sensorik) yang dikendalikan secara rasional dari diri sejati seseorang manusia,didukung oleh pusat rahasia kesa daran (realitas akhir) dan diizinkan oleh pusat rahasia kemu liaan (realitas mutlak).

        Hubungan ini tercipta menjadi kesadaran spiritual-relijiu s manusia-manusia adi kodrati yang telah memiliki akses pr ioritas dan akses tanpa batas dengan instrumen-instrumen pusat informasi dan komunikasi (lisan dan isyarat) rahasia keasadaran mutlak (firman Tuhan) yang terangkum dalam berbagai kitab suci, manuskrip wawasan dan tradisi suci, ku mpulan konsepsi doa dan mantra shakti.Antusiasnya apa?

        Apabila seseorang manusia,dapat mempelajarinya denga n izin khusus (petunjuk praktis yang sesuai),maka tahapan- tahapan rahasia ilmu derajat kesadaran ini akan diperolehn ya dan akan menghantarkannya menuju jalan takdirnya ( ja lan dan tujuan historis).Barangsiapa yang berhasil memper olehnya,sesungguhnya orang tersebut telah memperolehny a,sesungguhnya individu tersebut telah memperoleh bagian masa depan yang sempurna.

 

TAHAP KEEMPAT:KECERDASAN KESAN (Kecepatan seseora ng atau kelompok menghimpun KEKUATAN)

 

“HIDUP KITA,bukanlah sebuah bayangan yang sempurna. Tapi kitalah yang memiliki KEMAMPUAN untuk menyempurn akannya”

 

       

        Rahasia seseorang untuk mampu mengakses kekuatan intuisi-intuisi derajat keasadaran awal (kecepatan niat) yang disambungkan ke pusat rahasia derajat mutlak (ayat- ayat Suci Tuhan),secara revolusioner,sangat tergantung dari hasil pencapaian pengalaman-pengalaman realitas obje ktif konkret yang telah diraih (target-target intuisi diri) dala m latihan-latihan orientasi mental spiritual,akal dan tindaka n jasmani yang telah yang telah disarankan pada 3 tahapan sebelumnya.

        Apabila seluruh potensi-potensi energi Af’al,Asma,Sifat dan Dzat (energi-energi Illahi) telah menyatu dalam diri seseorang yang memiliki Sukma Bening,Sukma Sejati,dan Sukma Mulia,maka kekuatan-kekuatan rahasia milik Grand Master Sukma Mulia dan persatuan energi spiritual: Qalam Insani,Wahyu Ningrati,Hikmah Mukjizati,Mahadiva Kirana, Avatara Sriti,Sabda Sejati,Amarima Leamata,dan Nur Alaka dll,akan terakses langsung ke landskap pusat rahasia kesad aran akhir (kekuatan roh dan otak) menuju ke landskap pus at derajat kesadaran mutlak untuk diikhlaskan menjadi kek uatan spektakuler,sesuai dengan konsep-konsep energi spiritualnya.Kesannya?

        Dalam hitungan kecepatan cahaya, seseorang akan mam pu menghimpun kekuatan gerakan transsubstansial kons tan dan gerakan transendensial instan menuju kekuatan fisi ka quantum (dalam kapasitas kondusif) untuk mewujudkan realitas pengalaman-pengalaman objektif konkret yang dik ehendakinya tanpa harus memusatkan konsentrasi-konsen trasi tertentu.Sebab,keyakinan terhadap kekuatan potensi anugrah ilahiyah yang terlatih,akan sanggup membentuk dan mengontrol setiap peristiwa yang dikendaki.

 

 

TAHAPAN KELIMA:KECERDASAN ASPIRASI (Kecepatan sese orang atau kelompok meraih KESUKSESAN)

 

“ Modal BAKAT seseorang Cuma 1 % yang dibutuhkan untu k KESUKSESAN,99 % modal lainnya yang dibutuhkan adala h IMAN,kesabaran,pengorbanan dan KERJA KERAS”.

 

 

        Motivasi seseorang (hasrat,inspirasi,semangat) yang ingi n mengoptimalisasikan seluruh anugrah potensial diri (reali tas minat dan bakat alami) dan kesadaran pribadinya secar a spektakuler lewat metode kecerdasan aspirasi untuk mera ih level pengalaman kesuksesan,sangat dipengaruhi oleh konsep visi,misi yang relevan dengan cita-cita kehidupan ( target-target intuitif) dan wadah aspirasi teologis-spiritual yang diyakininya (agama). Aspiratif?

        Jawabannya: Ya ! sebab,konsep-konsep energi spiritual yang memberikan bimbingan pemahaman diri (Self Insigt), pengubahan sikap (Attitude Change),motivasi (Motivation) dan penerimaan diri (Self Acceptance) sesuai dengan keyak inan agama masing-masing,apabila telah utuh dan sempurn a dalam tubuh spiritual (Rohani) seseorang,maka tersingka plah segala jalan dan tujuan historis (takdir) yang sebelum nya tertutup oleh derajat-derajat rahasia kesadaran rendah (kuasa gelap/godaan) seseorang.

        Barangsiapa yang belum mampu secara cepat dan tepat dalam mengembangkan kualitas dan kuantitas potensi ener gi illahi (KI) dalam dirinya,maka berlatilah lebih giat lagi dengan disiplin,kontinyu,konsisten,penuh perjuangan dan komitmen kesungguhan,sesuai dengan petunjuk praktis ya ng telah digambarkan sebelumnya dengan bimbingan para Grand master.

        Sedangkan bagi seseorang yang mampu menerima anug rah dan karunia dari pusat rahasia kesadaran mutlak    (TUH AN),penulis ucapkan selamat. Anda beruntung !. Karena sesungguhnya ilmu ini, rahasianya terletak di lanskap kesad aran iman seseorang di dalam hatinya (potensi niat baik, ke yakinan, kejujuran, kebenaran,amanah, cinta kebaikan, tabah, tawakkal, berdoa, menjaga rahasia, memelihara kehormatan dan kemuliaan, kesucian jiwa, sopan dan santu n).

        Apabila seseorang telah mampu meningkatkan derajat kesadaran keimanannya melalui fase aklimatisasi yang datang secara besar-besaran (Spiritual Breakthrough), secara otomatis level-level pengalaman ekstra sensorik  aka l cerdas dan murni,akan menjadi rahasia tingkat kesadaran pribadi yang berubah (Altered State of Consiousness) mela lui metode kecerdasan ALAKA secara sadar (Consious Chan neling) dalam memakmurkan hidupnya di dunia dan akhir at.

        Mereka yang bisa mencapai level pengalaman ini,adalah pribadi-pribadi yang berpandangan sehat,realistis dan mem ahami dirinya secara mendalam.Ketahuilah, orang-orang su kses biasanya menghargai dan mensyukuri setiap nikmat  anugrah dan karunia yang diberikan oleh pusat rahasia kem uliaan (TUHAN).Kemudian berusaha menyelaraskan energi- energi ilahi: Af’al,Asma,Sifat dan Dzat dalam dirinya untuk tujuan-tujuan pribadi dan kemanusiaan untuk seluruh alam kehidupannya di dunia dan kehidupan abadi.

 

 

Hormat Kami,

 

Grand Master Sukma Mulia

 

 

Dynno Chressbon

Mengenal Diri

March 16th, 2009 um 7:11 Uhr • Uncategorized0 Kommentare


Dari mana, dan siapa diri kita ini? Lebih dari dua ribu tahun yang lalu para ahli pikir beranggapan bahwa manusia itu adalah hewan yang berakal. Dengan demikian, hakikat jiwa adalah kesadaran atau rasio yang terperangkap badan jasmani.manusia lahir dari kehendak buta.

Dengan pandangan tersebut manusia sama dengan menerima nasib secara pasif total.

 Seolah–olah kehadiran manusia di alam hanya karena kecelakaan sejarah. Seakan-akan manusia hadir karena paksaan dari luar dirinya.kalau ditarik lebih panjang lagi enak atau tidak enak, bahagia atau menderita, bukan karena usaha manusia melainkan takdir yang menimpa.

Jika kodrat dalam sisi kejiwaan juga untuk penyempurnaan kehidupan jasmani, maka dari sisi kejiwaan juga untuk penyempurnaan jiwa agar Sang diri bisa kembali lagi kepadaNya.” Inna li Allah wa inna ilayh raji un, kita ini berasal dari Allah dan akan kembali kepada – Nya.

Badan raga dan nafs menerima kodrat. Mereka hanya sarana untuk mewujudkan kodrat hidup.Untuk menerima Fungsi hidup semua sel, organ, dan jaringan tubuh, bekerja sesuai dengan kodratnya.

Badan nafs juga bekerja mengemban kodratnya. Jika nafs dibebani oleh energi negatif, atau dalam bahasa agama diisi dengan perbuatan kotor atau tercela, maka kodrat akan membuat “diri” hadir dalam penderitaan.

Kodrat adalah cetak biru bagi kehidupan.Yang jelas cetak biru bukanlah hasil kesewenangan Yang Mahakuasa.Tuhan menyediakan kertasnya. Diri manusia yang menggabarkannya.Kapan manusia menggambarkan wujudnya?

Pada pos perjalanan atau dalam kehidupan sebelumya. Mari kita perhatikan QS. Al Hadid (57): 22-24.

 

“Tiada suatu pun bencana yang menimpa di bumi ini atau pada dirimu sendiri. Melainkan sudah ada di ‘kitab’ sebelum kami mewujudkannya. Sesungguhnya bagi Allah, yang demikian itu mudah.”

 

 

Hal itu dimaksudkan agar kalian semua tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari usahamu, dan tidak terlalu gembira  terhadap apa  yang  kamu  dapatkan “ (dalam hidup ini)”. Allah tidak mencitai orang yang sombong dan membanggakan diri.

 

“ Mereka adalah orang-orang yang bakhil (kikir) dan menyeruh orang lain berbuat bakhil. Barang siapa yang berpaling dari ( menghindari) kebenaran, ketahuilah bahwa Allah itu Mahakaya dan Maha terpuji”.

 

Apa yang bisa kita  pahami dari ayat-ayat itu ?, Pertama, apa yang disebut musibah, bencana atau penderitaan, semuanya sudah ada di cetak biru sebelum yang maujud ini hadir.

 

Tak ubahnya seorang arsitek yang membuat gambar bangunan sebelum bangunan itu sendiri diwujudkan. Bedanya, cetak biru kita ini yang membuat ya kita sendiri. Dia Yang Mahakuasa, memberikan iradat kepada kita.Dia tidak merugikan hamba-hambanya sekecil apapun.

 

Man ja a bi as-sayyi-ati fa la yujza illa mitslaha wa hum la yuzh-lamun “

“ Barang siapa yang datang dengan kejahatan, maka dia tidak dibalasi melaikan seimbang dengan itu, dan mereka yang berbuat jahat itu tidak dirugikan sama sekali. Pokonya Adil lah.”

 

Nah, Kolom-kolom itu namanya “kitab” Itulah sebabnya semua yang terjadi sekarang ini dikatakan sudah ada di dalam kitab. Sudah tertulis!, Sudah tergambar.

 

Bila semua ini sudah tercatat, kolom-kolom itu sudah kita isi, maka baik yang luput maupun yang kita tidak dapat sekarang ini sebenarnya sudah kita setujui. Jadi tak perlu terlalu merasa sedih terhadap penderitaan. Atupun tak perlu terlalu merasa riang gembira  jika mendapat anugerah.Justru penderitaan sekarang ini kita coret, dan kita isi kolom kitab itu dengan kebajikan.

     

Apa yang kita alami sekarang ini sebenarnya merupakan wujud kebersediaan kita sendiri untuk menjalani hidup di bumi ini. Untuk itu kita juga diberi kesempatan untuk berkarya yang lebih bagus buat kehidupan kita yang akan datang.

 

 Prinsipnya tak ada amalan yang terbuang, baik atau buruk.!^” Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, Dia akan melihat amalanya itu. Barang siapa yang mengerjakan keburukan sebesar zarah, dia pun akan melihatnya” ( QS. 99: 7-8) inilah prinsip konsevasi energi. Kekekalan energi.

 

 

Diri manusia mula-mula hadir di alam “ngare” Ada di alam gaib. Arti “ngare’ adalah lembah atau tanah yang datar.

 Tempat atau keadaan yang penuh ketentraman. Di alam yang demikian inilah diri Pribadi manusia berada. “ Ngere’ ini juga di sebut “ Betal Mukaram” ( baitul muharram). Rumah suci.Tempat larangan. Artinya, bangunan rumah bagi sang diri di alam “ngare “ itu bebas dari segala macam gangguan,godaan dan gejolak nafsu. Alam yang benar-benar penuh kedamaian dan ketentraman. Inilah yang juga dinamakan “ daru al-salam” suatu tempat yang adanya di Sisi Tuhan. Di situ Sang Diri ditemani oleh Allah Sang pelindung.

 

Kemudian Sang Diri menerima panggilan dari Allah Yang Maha Pemurah untuk menerima amanat di ‘Betal Makmur’ ( baitul ma’mur), rumah sebagai tempat keinginan. Dirumah inilah Nabi menerima perintah salat 5 kali sehari sebagaimana di ayat Q.S. 7: 172, “ Bukankah aku ini Tuhanmu?, Benar! Dan, kami bersaksi” Setuju untuk hidup sebagai khalifah di bumi!

 

Di Betal makmur Sang Diri sudah menyukma. Berkendaraan sukma. Bertubuh astral. Disebut juga mengunakan wahana jiwa. Wahana ini diguna untuk dapat teken kontrak tentang kehidupan yang akan dialami di dunia ini.

 Mereka semua mampu menyadari apa yang akan di embanya karena diri mereka belum terhijab. Belum tertutup oleh hawa nafsu.tentu saja ada yang meneken kontrak untuk menjalani hidup yang sengsara, dan ada pula yang akan menjalani hidup bahagia di bumi ini. Semuanya diteken karena tak merasakan beratnya beban jasman. Karena belum terhijab hawa nafsu, kontrak yang isinya menyengsarkan pun ditekennya. Istilahnya “ Terima dulu, enak tidaknya itu urusan nanti”

 

 Lho Ngak enak dong diri kita yang teken kontrak untuk hidup menderita’, Ya, teken kontrak untuk melanjutkan proyek kehidupan kita yang belum selesa, Proyek kehidupan kita ini. Ya kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa “ Wa  inna  ilayh raji-un,” dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah.Kita ini asalnya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan.

 

Dalam perjalanan kembali itu kita manpir di bumi dengan berpakaian raga jasmani. Di bumi ini kita mampir “gombe” singah untuk mengambil bekal bagi kehidupan selanjutnya.

 

 

 

 

Bila pakaian telah rusak, tidak bisa dipakai lagi,(badan ini sudah tidak bisa lagi untuk kita pertahankan untuk hidup) ya ganti pakaian baru. Proyek kita jalani terus…..!sesuai dengan yang kita kontrak.Kita buat rancanganya.cetak birunya.lalu kita kerjakan.untuk itu kami mengajak perjalanan hidup yang singkat ini kita isi dengan berkarya, berperilaku dengan amal kebajikan.

“ wah ya nggak enak kalau kita harus menerima penderitaan dalam hidup ini, Bukankah kita ini tidak pernah ingat kalau teken kotrak? Bukankah kita juga tidak ingat kalau dulunya kita pernah hidup?, Bagaimana mungkin kita dituntut untuk menjalani suatu yang tidak pernah kita ingat?, Banyak yang tidak percaya bila manusia pernah hidup sebelumnya.

Sungguh pertanyaan semacam ini sering kita dengar t